Bahan PA PNB HKI Resort Khusus Asuhan
Stadion
Sabtu, 04 Juni 2016
Nats : 2 Korintus 1:6-7
Tema : Kita Kuat Karena Bersama
Tujuan Agar PNB HKI :
1.
Dapat menceritakan pengaturan relasi/hubungan
menurut Paulus
2.
Berkomitmen untuk mempererat dan memperkuat
relasi dalam persekutuan (khususnya PNB HKI Resort Khusus Asuhan Stadion)
Metode : Diskusi dan Team Work
I.
Pendahuluan
Mengapa perlu kebersamaan?
“Kebersamaan” itu merupakan sebuah kata yang singkat, sederhana namun
mengandung makna. Terkadang kia salah memaknai tentang kebersamaan itu.
Indahnya kebersamaan itu tidak semata-mata harus perlu mengeluarkan banyak uang
atau dapat diukur dengan uang. Manusia adalah mahluk sosial/ socialis entia (bahasa latin) yang tidak
bisa hidup sendiri meskipun ia telah meiliki segalanya (kaya dan hebat). Manusia pasti memerlukan kebersamaan dan
bantuan orang lain dalam menjalani kehidupan ini. Semua itu adalah dalam rangka
untuk saling memberi dan menerima. Dalam hidup kebersamaan tak lengkap
rasanya jika tidak ada suatu persoalan ataupun konflik, namun masalah tersebut
sirna karena kita selalu ditemani oleh kasih sayang dari orang yang kita
cintai. Ada 3 yang berharga dalam hidup kebersamaan, yaitu: Kasih, Keluarga,
dan sahabat-sahabat kita. Menjalin kasih persaudaraan dan hidup dalam
kebersamaan jauh lebih bermakna jika kita tidak hanya mementingkan diri kita
sendiri.
II.
Isi
Surat 2 Korintus ditulis
untuk menyelaraskan dan memulihkan saudara-saudara yang telah menyesal,
memperbaiki kedisiplinan, mendorong mereka yang telah sadar untuk kembali
kedalam persekutuan satu dengan yang lainnya. Surat ini memberikan gambaran
tentang hubungan pribadi Paulus dengan jemaat di Korintus, khusunya bagaimana
ia mencoba menjwab semua serangan terhadapnya. Meskipun banyak yang
mendukungnya, namun ada yang menentang kewibawaannya sebagai seorang rasul.
Oleh karena itu, Paulus berusaha mengajak jemaat Korintus agar tetap bersama
untuk melawan pengajaran ssat yang sedang berkembang saat itu. Karena imannya
yang kuat, Paulus menganggap semua pencobaan yang ada pada dirinya adalah
sebuah ujian akan imannya. Paulus juga mengajak jemaat Korintus agar tetap kuat
dan bersatu dalam menghadapi setiap kesengsaraan dan ujian akan imannya. Paulus
mengajak jemaat Korintus agar tetap kuat dan bersatu dalam menghadapi setiap
kesengsaraan dan ujian. Paulus berusaha mendorong, memajukan dan mengadakan
perbaikan bagi orang-orang Korintus dengan mengatakan “pengharapan yang tak
dapat digoyahkan”. Paulus mempunyai
keyakinan akan keselamatan jemaat Korintus dan yakin bahwa mereka sanggup
menanggung ujian yang dihadapi. Mereka yang bersatu dalam kesengsaraan akan
bersatu dalam penghiburan juga. Iman mereka tidak akan bertambah lemah,
sebaliknya penghiburan yang dari Allah akan semakin bertambah-tambah.
III.
Aplikasi
Melalui bahan PA ita hari
ini, kita sebagai pemuda Gereja diajak kembali untuk meningkatkan kebersamaan
antar sesama pemuda khususnya antar sesama PNB HKI Stadion untuk meningkatkan
kebersamaan mampu mengalahkan segala tantangan. Untuk meningkatkan kebersamaan,
pemuda (PNB) harus memilki 4 unsut
yang harus dikembangkan setiap individu yang tergabung didalamnya:
1.
Sehati & sepikir (satu visi). Dalam sebuah organisasi akan
terdapat banyak orang yang memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide,
seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok kita kuat dan
solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan
pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galangkan persamaan, akan menghantarkan
organisasi kita dapat berjalan dengan lancar.
2.
Tidak Egois. Sudah bukan rahasia lagi
jika manusia itu adalah “mahluk egois”. Apapun yang tdak memilki nilaii tambah
buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan
dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan
organisasi tersebut hanya punya program tapi tidak ada kegiatan. Jika ingin
memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai untuk belajar mengurangi Ego
demi kepentingan bersama.
3.
Kerendahan Hati. Organisasi akan meiliki
anggota yang hegemoni (campuran). terkadang ada sebagian anggota yang tidak
terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya
sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yang
memiliki usia yang lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi,
kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekankan rasa sombong dalam diri dan
rela bekerja sama (sambil menuntun) dengan anggota lainnya. Kerendahan hati
akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati, dan timbulnya kelompok yang
berkotak-kotak.
4.
Kerelaan Berkorban.
Setiap individu dalam sebuah organisi, akan memiliki sumbangsih yang bisa
berbeda-beda. Ada yang menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau
waktu. Yang punya finansia lebih menyumbangkan dana untuk transportasi dan
konsumsi, sementara yang memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya untuk
melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan
negaratif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama,
maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah hitung-hitunggan.
Jika setiap Pemuda (PNB) mau memahami dan terus belajar untuk memenuhi 4 unsur
diatas, maka lambatlaun Pemuda (PNB) akan menjadi semakin kuat dan solid di
kemudian hari kesadaran diri kita untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus
bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar