Rabu, 29 Juni 2016

Bahan PA Pemuda



Bahan PA PNB HKI Resort Khusus Asuhan Stadion
Sabtu, 04 Juni 2016
Nats                 : 2 Korintus 1:6-7
Tema                : Kita Kuat Karena Bersama

Tujuan Agar PNB HKI :
1.     Dapat menceritakan pengaturan relasi/hubungan menurut Paulus
2.     Berkomitmen untuk mempererat dan memperkuat relasi dalam persekutuan (khususnya PNB HKI Resort Khusus Asuhan Stadion)
Metode : Diskusi dan Team Work
I.              Pendahuluan
Mengapa perlu kebersamaan? “Kebersamaan” itu merupakan sebuah kata yang singkat, sederhana namun mengandung makna. Terkadang kia salah memaknai tentang kebersamaan itu. Indahnya kebersamaan itu tidak semata-mata harus perlu mengeluarkan banyak uang atau dapat diukur dengan uang. Manusia adalah mahluk sosial/ socialis entia (bahasa latin) yang tidak bisa hidup sendiri meskipun ia telah meiliki segalanya (kaya dan hebat). Manusia pasti memerlukan kebersamaan dan bantuan orang lain dalam menjalani kehidupan ini. Semua itu adalah dalam rangka untuk saling memberi dan menerima. Dalam hidup kebersamaan tak lengkap rasanya jika tidak ada suatu persoalan ataupun konflik, namun masalah tersebut sirna karena kita selalu ditemani oleh kasih sayang dari orang yang kita cintai. Ada 3 yang berharga dalam hidup kebersamaan, yaitu: Kasih, Keluarga, dan sahabat-sahabat kita. Menjalin kasih persaudaraan dan hidup dalam kebersamaan jauh lebih bermakna jika kita tidak hanya mementingkan diri kita sendiri.
II.            Isi
Surat 2 Korintus ditulis untuk menyelaraskan dan memulihkan saudara-saudara yang telah menyesal, memperbaiki kedisiplinan, mendorong mereka yang telah sadar untuk kembali kedalam persekutuan satu dengan yang lainnya. Surat ini memberikan gambaran tentang hubungan pribadi Paulus dengan jemaat di Korintus, khusunya bagaimana ia mencoba menjwab semua serangan terhadapnya. Meskipun banyak yang mendukungnya, namun ada yang menentang kewibawaannya sebagai seorang rasul. Oleh karena itu, Paulus berusaha mengajak jemaat Korintus agar tetap bersama untuk melawan pengajaran ssat yang sedang berkembang saat itu. Karena imannya yang kuat, Paulus menganggap semua pencobaan yang ada pada dirinya adalah sebuah ujian akan imannya. Paulus juga mengajak jemaat Korintus agar tetap kuat dan bersatu dalam menghadapi setiap kesengsaraan dan ujian akan imannya. Paulus mengajak jemaat Korintus agar tetap kuat dan bersatu dalam menghadapi setiap kesengsaraan dan ujian. Paulus berusaha mendorong, memajukan dan mengadakan perbaikan bagi orang-orang Korintus dengan mengatakan “pengharapan yang tak dapat digoyahkan”.  Paulus mempunyai keyakinan akan keselamatan jemaat Korintus dan yakin bahwa mereka sanggup menanggung ujian yang dihadapi. Mereka yang bersatu dalam kesengsaraan akan bersatu dalam penghiburan juga. Iman mereka tidak akan bertambah lemah, sebaliknya penghiburan yang dari Allah akan semakin bertambah-tambah.
III.           Aplikasi
Melalui bahan PA ita hari ini, kita sebagai pemuda Gereja diajak kembali untuk meningkatkan kebersamaan antar sesama pemuda khususnya antar sesama PNB HKI Stadion untuk meningkatkan kebersamaan mampu mengalahkan segala tantangan. Untuk meningkatkan kebersamaan, pemuda (PNB) harus memilki 4 unsut yang harus dikembangkan setiap individu yang tergabung didalamnya:
1.     Sehati & sepikir (satu visi). Dalam sebuah organisasi akan terdapat banyak orang yang memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok kita kuat dan solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galangkan persamaan, akan menghantarkan organisasi kita dapat berjalan dengan lancar.
2.     Tidak Egois. Sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adalah “mahluk egois”. Apapun yang tdak memilki nilaii tambah buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tersebut hanya punya program tapi tidak ada kegiatan. Jika ingin memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai untuk belajar mengurangi Ego demi kepentingan bersama.
3.     Kerendahan Hati. Organisasi akan meiliki anggota yang hegemoni (campuran). terkadang ada sebagian anggota yang tidak terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yang memiliki usia yang lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekankan rasa sombong dalam diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dengan anggota lainnya. Kerendahan hati akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati, dan timbulnya kelompok yang berkotak-kotak.
4.     Kerelaan Berkorban. Setiap individu dalam sebuah organisi, akan memiliki sumbangsih yang bisa berbeda-beda. Ada yang menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau waktu. Yang punya finansia lebih menyumbangkan dana untuk transportasi dan konsumsi, sementara yang memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya untuk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan negaratif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah hitung-hitunggan. Jika setiap Pemuda (PNB) mau memahami dan terus belajar untuk memenuhi 4 unsur diatas, maka lambatlaun Pemuda (PNB) akan menjadi semakin kuat dan solid di kemudian hari kesadaran diri kita untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar