Sermon Bahan KAKR 25 April
2021
GBKP Rg. Bambu Raya Klasis Medan Delitua
Tema Umum :
Yesus Menampakkan Diri di Danau Tiberias
Bahan Alitab : Yohanes
21:1-14
I.
Penjelasan Nats
Murid-murid
Yesus kembali ke Galilea. Yohanes memang tidak menyebutkan alasannya, tetapi
Yesus pernah berkata pada mereka untuk pergi ke situ dan menantikan dia (Mat.
26:32; 28:7, 10; Mrk. 14:28; Mrk. 16:7). Mungkin karena tidak ada sesuatu pun
yang dapat mereka lakukan sepeninggal Yesus, maka Petrus memutuskan untuk
menangkap ikan. Murid-murid yang lain pun mengikuti dia (ayat 3). Namun para
nelayan yang berpengalaman itu gagal. Sepanjang malam mereka tidak mendapatkan
apa-apa. Di dalam saat itulah, Tuhan Yesus datang menemui mereka. Peristiwa itu
tampaknya mempersiapkan mereka untuk mempelajari suatu hal penting dalam
kemuridan mereka, bahwa terpisah dari Yesus mereka tidak dapat melakukan
apa-apa (Yoh. 15:5). Titik balik terjadi ketika pagi menjelang. Yesus berdiri
di pantai (ayat 4), dan tidak seorang pun mengenali Dia. Ia menanyai mereka
tentang ikan yang mereka dapat. Mereka mengakui kegagalan mereka (ayat 5). Lalu
Yesus memberi saran yang menjanjikan keberhasilan. Benar saja, mereka
mendapatkan ikan dalam jumlah besar (ayat 6, 11). Tentu Yesus tahu bahwa
murid-murid mengalami kegagalan. Lalu mengapa Ia tidak menolong mereka lebih
cepat? Jawabannya adalah: mereka memang perlu mengalami kegagalan. Namun
kegagalan di sini bukan merupakan prasyarat untuk mencapai sukses. Jika Pria
yang semula mereka tidak kenali itu memberikan saran sejak awal, mereka tentu
akan menolak nasehat-Nya. Setelah mengalami kegagalan disepanjang malam,
barulah mereka siap mendengarkan suara Tuhan.
Rencana para murid untuk pergi
menangkap ikan tidak berarti bahwa mereka telah meninggalkan komitmen mereka
kepada Kristus serta panggilan mereka untuk memberitakan Injil. Mereka tahu
bahwa Yesus telah bangkit, namun kini mereka tidak tahu apa yang harus
dilakukan. Mereka belum menerima perintah untuk menunggu di Yerusalem. Pergi
menangkap ikan adalah salah satu cara yang dilakukan agar mereka
tetap bisa meneruskan kehidupannya dengan kebutuhan jasmani yang harus mereka
penuhi. Para murid dengan susah payah mencari ikan, namun tidak kunjung
mendapatkan. Setelah beberapa waktu berlalu dan mereka masih tidak mendapatkan
ikan lalu Tuhan Yesus hadir, menyapa dan menolong mereka.
Beriman kepada
Tuhan, bukan berarti menjadikan kehidupan kita bebas dari masalah dan
kesulitan. Tuhan Yesus Maha kuasa untuk melakukan apapun dalam kerangka menolong umat yang
dikasihiNya. Tuhan ingin melihat kesungguhan iman para murid saat mengalami
kekuatiran karena tidak kunjung mendapatkan ikan. Tuhan Yesus memerintahkan
supaya para murid melakukan apa yang Ia katakan kepada mereka. Kalimat
“tebarkanlah jalamu ke sebelah kanan perahu” merupakan bentuk kalimat perintah
yang diberikan langsung kepada para murid. Tuhan ingin melihat seberapa besar
ketaatan dan kesungguhan iman mereka kepada-Nya. Mereka telah merespon perintah
Tuhan tersebut dengan baik. Mereka tidak memberontak ataupun menolak, ketaatan
yang dinyatakan menjadi wujud berkat Tuhan yang dialami oleh para murid.
II.
Metode
a. Anak Balita
& Kecill
Metode Bercerita di tutup
dengan Vidio Pendek
Pada
suatu hari, seorang dari murid Yesus yang bernama Petrus berkata kepada
teman-temannya: ”Aku mau pergi menangkap ikan. Apakah kalian mau ikut?”. Lalu
murid-murid yang lain mau ikut juga bersama-sama dengan Petrus untuk
kembali menangkap ikan. Yach…setelah mereka tidak bersama-sama lagi dengan
Yesus, rupanya Petrus memutuskan untuk kembali menjadi nelayan.
Lalu
mereka bersiap-siap untuk berangkat menangkap ikan di danau Tiberias, dan inilah
persiapan para murid untuk kembali menangkap ikan. Mereka mempersiapkan perahunya
dengan baik. Dan malam harinya mereka pergi menangkap ikan. Sepanjang malam itu
mereka belum mendapat seekor ikanpun. Demikian juga hari menjelang siang, tak
seekor ikanpun mereka tangkap.
Rupanya
para murid kelelahan karena sepanjang malam sampai menjelang siang mereka
berada di danau Teberias dan tidak mendapat ikan sama sekali. Ketika hari mulai
terang Yesus berdiri di tepi danau Tiberias, namun para murid tidak melihat
dengan jelas bahwa yang berdiri di tepi pantai itu adalah Yesus guru mereka
yang telah mati di kayu Salib. Bahkan ketika Yesus berkata : “Hai anak-anak,
adakah kamu mempunyai lauk-pauk” Mereka juga tidak menyadari bahwa itu Yesus.
Mereka baru menyadari bahwa Yesus berada di tepi pantai ketika Yesus menyuruh
mereka untuk menebarkan jala di sebelah kanan perahu dan mereka lakukan, lalu
mereka mendapatkan ikan yang sangat banyak. Maka tersadarlah mereka bahwa yang
berkata di tepi pantai itu adalah Yesus.
Setelah
sampai nya di tepi pantai akhirnya Yesus mengajak para murid-Nya untuk makan
bersama di tepi pantai dengan ikan hasil tangkapan mereka.
Anak-anak KAKR yang dikasihi Tuhan Yesus, perjumpaan Yesus dengan
para murid di tepi danau Teberias adalah perjumpaan yang ketiga setelah Yesus
bangkit dari kematian. Yesus sengaja menjumpai para murid-Nya di manapun mereka
berada untuk menyakinkan para murid bahwa Yesus benar-benar bangkit dan Yesus
tidak akan meninggalkan mereka seorang diri. Dan perjuampaan yang ketiga ini
telah menimbulkan kenyakinan pada diri para murid bahwa Yesus benar-benar telah
bangkit. Yesus benar-benar menang dari kematian.
Sekarang mari kita lihat kisah Yesus dan murid-muridNya di danau
Teberias dalam video singkat ini, karena nanti akan ada beberapa pertanyaan
yang akan guru tanyakan kepada anak-anak KAKR, maka mari kita perhatikan betul-betul. (nonton video)
Pertanyaan:
1.
Apa nama danau tempat Yesus
menjumpai para murid-Nya ?
2.
Apa tujuan Yesus datang ke
danau Tiberias?
3.
Apa yng dilakukan Yesus yang
membuat murid-Nya akhirnya mengenali Yesus?
b. Anak
Tanggung & Remaja
Anak-anak
KAKR yang dikasihi Tuhan, coba kalian perhatikan benda-benda yang guru bawa ini
(tunjukkan sepatu, payung, jas hujan, dll yang bisa dipakai sebagai pelindung.
Kemudia satu per satu minta anak-anak untuk menyebutkan kegunaan dari
benda-benda tersebut).
Anak-anak
yang terkasih, dengan tepat kalian sudah menyebutkan kegunaan sepatu, payung,
baju dan jas hujan. Inti dari semuanya itu, keempat benda-benda tadi berfungsi
untuk memelihara dan melindungi tubuh manusia agar terhindar dari berbagai
penyakit.
Nah…bacaan
kita hari ini juga berbicara tentang cara Tuhan Yesus memelihara para muridNya
yang baru saja ditinggal Yesus dengan peristiwa yang hebat yaitu kematian Yesus
di kayu Salib. Bagiamana cara Tuhan memelihara para murid? Yuk…kita baca
Alkitab yang terambil dari Yohanes 21:1-14.
Melalui
bacaan tadi, tahulah kita cara Tuhan memelihara para murid yaitu dengan
mendatangi para murid yang sedang melaut untuk menangkap ikan. Sepanjang malam,
para muird berada di danau Teberias, tetapi tak satupun ikan masuk ke dalam
jaring mereka.
Lalu…Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk
menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Dan ajaib….Mereka menangkap ikan
sangat banyak sehingga jala mereka tidak muat.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Itulah
cara Tuhan memelihara para muridNya yang
baru saja ditinggalkanNya. Ia mendatangi mereka, ke manapun mereka pergi untuk
meyakinkan para murid bahwa Yesus tetap bersama-sama dengan mereka.
Seperti Tuhan memelihara para murid, Tuhan juga memelihara
hidup kita. Tak henti-hentinya Tuhan memelihara hidup kita. Mulai kita bangun
tidur sampai tidur kembali. Coba sebutkan bagaimana cara Tuhan memelihara hidup
kita (suruh beberapa anak menyebutkan nya).
Aktivitas :
1. Wawancara
seluruh anggota keluarga mu tentang cara pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya baik
dalam dirinya sendiri atau dalam keluarga.
2. Tulis
daftar pemeliharaan tersebut dengan hiasan sebagus mungkin dan jadikan hiasan
dinding rumah mu.
Sermon Bahan KAKR 02 Mei
2021
GBKP Rg. Bambu Raya Klasis Medan Delitua
Tema Umum :
Yesus Meneguhkan Simon
Bahan Alitab :
Yohanes 21:15-19
I.
Penjelasan Nats
Pertanyaan sebanyak tiga kali yang Yesus ajukan kepada
Simon, yaitu apakah ia mengasihi Yesus, berhubungan dengan tiga kali
penyangkalan Simon terhadap Yesus. Sebelumnya, Simon sesumbar di hadapan para
murid, bahwa ia akan menyerahkan nyawanya untuk membela Yesus. Maka pertanyaan
Yesus juga diajukan kepada Simon di hadapan para murid Yesus yang lain,
"Apakah engkau Mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?" (ayat 15).
Jawaban Simon dengan menyerahkan dirinya kepada
pengetahuan Yesus menunjukkan kini ia seorang yang rendah hati, "Benar
Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Ditanya tiga kali
berturut-turut dengan pertanyaan yang sama tentu menyakitkan dan mempermalukan
Simon, namun itu justru merupakan obat pahit yang harus diminumnya. Pertobatan
dan pemulihan terjadi bila seseorang sadar betul akan kekejian perbuatan dosanya.
Pembedaan penulisan kata kasih dari tiga pertanyaan Yesus adalah variasi gaya
tulisan Injil Yohanes sehingga tidak perlu dibedakan makna katanya ('agapao'
dipakai pada ayat 15, sedangkan 'phileo' dikenakan pada ayat 16, dan ayat 17).
Tiga kali Yesus memberikan perintah kepada Simon, yang
sudah diampuni dan dipulihkan Yesus, untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Kini
ia siap dipanggil lagi sebagai Petrus untuk menanggung beban pelayanan
kepemimpinan yang berat sebagaimana nubuat Yesus (ayat 18-19). Ia telah belajar
merendahkan hatinya di hadapan-Nya. Kelak, dalam suratnya 1 Petrus, ia
menasihati para pemimpin gereja agar memimpin umat Tuhan dengan rendah hati dan
meneladani Yesus (ayat 1Pet. 5:2-4). Yesus menunjukkan dan membuktikan diri-Nya
sebagai Gembala Agung ketika Ia menjamah hati Simon supaya ia kembali layak
disebut Petrus. Ia juga siap menjamah hati kita yang pernah menyangkal-Nya
supaya Ia memakai dan mengutus kita menjadi alat anugerah-Nya.
Melalui hal tersebut pertanyaan
Tuhan Yesus kepada Petrus dapat kita lihat sebagai cara Tuhan untuk
mengembalikan kasihnya Petrus yang semula kepada Tuhan. Tiga pertanyaan yang
Tuhan ajukan kepada Petrus secara tidak langsung mengingatkan Petrus tentang
hal-hal penting yang Petrus harus ingat agar ia dapat kembali mengasihi Tuhan
dengan benar:
1.
Mengasihi Tuhan artinya
tetap membuat Tuhan sebagai prioritas nomor satu. Kasih adalah tentang
prioritas.
2.
Mengasihi Tuhan artinya
lepas dari rasa bersalah yang menghancurkan. Orang yang mengasihi Tuhan dengan
benar bisa membedakan antara guilt dan remorse pada waktu menyadari kasih Tuhan
yang begitu besar. Kasih Tuhan tidak membuat kita (seperti Petrus) melupakan
dosa begitu saja. Tapi kasih Tuhan membuat kita tidak lagi dikuasai oleh
penyesalan karena diikat oleh rasa bersalah.
3.
Mengasihi Tuhan artinya
mengasihi yang Tuhan kasihi. Mengasihi Tuhan mendorong kita untuk mewujudkan
kasih secara konkrit kepada sesama.
II.
Metode
a. Anak Balita
& Kecil
Shalom anak-anak KAKR yang dikasihi Tuhan, masih ingat
kisah Yesus dan murid-muridNya di danau Tiberias minggu lalu? Ada yang bisa
menceritakan kisahnya kembali? Iya… hari ini kita akan melanjutkan kisah di
danau Tiberias seperti janji kakak minggu lalu, mari kita perhatikan vidionya…
(putar Vidio)
Anak-anak KAKR yang dikasihi Tuhan, mengapa Tuhan
Yesus menanyakan pertanyaan yang sama hingga tiga kali kepada Simon Petrus?
Jawabanya adalah karena Yesus ingin agar Simon Petrus menjawab pertanyaanNya dengan
sungguh – sungguh. Akhirnya Simon petrus memberikan jawaban yang tegas bahwa ia
mengasihi Yesus. Jawaban Simon Petrus ini masih diteruskan Yesus dengan
memberikan tugas kepadanya. Tugas Simon Petrus adalah sebagai
gembala untuk menggembalakan domba-domba Yesus.
Gembala artinya orang yang memimpin
dan mengajari orang lain untuk setia dan percaya kepada Yesus. Domba-domba
maksudnya adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus, sama seperti kita
semua. Ketika kita sudah diajari tentang mengasihi / menyayangi Tuhan, marilah
kita menjadi anak-anak Tuhan yang patuh menjalankan perintahNya setiap hari.
b. Anak
Tanggung & Remaja
Metode bercerita dengan
wayang kertas:
Ini adalah gambar Yesus dengan
Simon Petrus, yang dimana setelah Tuhan menunjukan pemeliharaanNya
kepada para muridNya yaitu dengan
mendatangi para murid yang sedang melaut untuk menangkap ikan seperti yang
sudah kita bahas minggu lalu (suruh seorang anak mewakili menceritakan kembali
kisah Yesus dan muridNya yang sudah di bahas di minggu lalu, kemudian guru
melanjutkan cerita seperti nats minggu ini dengan wayang kertas). Iya… setelah itu Yesus dan murid-muridNya makan bersama,
setelah itu terjadilah percakapn antara Yesus dan Simon Petrus, beginilah
percakapan mereka:…
Yesus :
“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini ?”
Simon Petrus :
"Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."
Yesus :
"Gembalakanlah domba-dombaKu. Simon, anak Yohanes, apakah engkau
mengasihi Aku ?”
Simon Petrus :
"Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau “
Yesus :
"Gembalakanlah domba-dombaKu. Simon, anak Yohanes, apakah engkau
mengasihi Aku ?”
Simon Petrus :
"Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”
Yesus :
"Gembalakanlah domba-dombaKu. Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau
mengikat pinggangmu sendiri dan engkau
berjalan ke mana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan
mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak
kau kehendaki. Ikutlah Aku!”
Adik-adik KAKR yang dikasihi Tuhan, siapa yang
tahu apa maksud percakapan Yesus dan Simon Petrus itu? (Berikan waktu bagi anak untuk mengungkapkan pendapatnya) iya… Yesus ingin meneguhkan Simon kembali agar mau memberi
dirinya kepada Yesus. Artinya, selama ini
Simon sudah menjadi murid Yesus tetapi Yesus melihat bahwa ada yang kurang dari
kasihnya itu seperti penyangkalan Yesus sebanyak 3 kali, sehingga Yesus mau meneguhkan kembali tentang
kasih dan tanggung jawab Simon kepada Yesus yang sudah menjadi guruNya.
Ketika Yesus bertanya 3 (tiga) kali tentang kasih Simon kepadaNya maka sadarlah Simon bahwa dia harus
memperbaiki diri dengan motivasi yang tepat dan merendahkan diri dihadapan
Yesus. Dengan dasar kasih Yesus kepadanya maka dengan tegas Simon menjawab
bahwa ia mengasihi Yesus. Dari jawaban yang diberikan Simon maka Yesus memberikan tugas kepadanya yaitu sebagai gembala untuk menggembalakan domba-dombaNya.
Gembala adalah orang yang menjaga / memelihara piaraannya. Domba- domba adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus.
Jadi, seorang gembala harus mau berkorban untuk domba-dombanya. Itulah tugas yang
diberikan Yesus kepada Simon.
Jadi, melalui peneguhan yang
dilakukan Tuhan Yesus terhadap Simon melalui nats alkitab kita hari ini, Yesus
juga ingin berpesan kepada kita bahwa:
ü Mengasihi Yesus harus segenap hati
(tidak ikut-ikutan,
tidak karena pamrih/mencari keuntungan, dan lain-lain.
ü Mengasihi Yesus berarti menjalankan
perintahNya ( menjaga domba-dombaNya ).
ü Kita mengasihi Yesus tidak cukup
dengan perkataan harus di tunjukan dengan perbuatan misalnya : mengasihi orang
tua kita, teman dan guru di sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar