Kamis, 17 Juni 2021

sermon KAKR

 

Sermon Bahan KAKR 25 April 2021

GBKP Rg. Bambu Raya Klasis Medan Delitua

 

Tema Umum  : Yesus Menampakkan Diri di Danau Tiberias

Bahan Alitab : Yohanes 21:1-14

I.                    Penjelasan Nats

Murid-murid Yesus kembali ke Galilea. Yohanes memang tidak menyebutkan alasannya, tetapi Yesus pernah berkata pada mereka untuk pergi ke situ dan menantikan dia (Mat. 26:32; 28:7, 10; Mrk. 14:28; Mrk. 16:7). Mungkin karena tidak ada sesuatu pun yang dapat mereka lakukan sepeninggal Yesus, maka Petrus memutuskan untuk menangkap ikan. Murid-murid yang lain pun mengikuti dia (ayat 3). Namun para nelayan yang berpengalaman itu gagal. Sepanjang malam mereka tidak mendapatkan apa-apa. Di dalam saat itulah, Tuhan Yesus datang menemui mereka. Peristiwa itu tampaknya mempersiapkan mereka untuk mempelajari suatu hal penting dalam kemuridan mereka, bahwa terpisah dari Yesus mereka tidak dapat melakukan apa-apa (Yoh. 15:5). Titik balik terjadi ketika pagi menjelang. Yesus berdiri di pantai (ayat 4), dan tidak seorang pun mengenali Dia. Ia menanyai mereka tentang ikan yang mereka dapat. Mereka mengakui kegagalan mereka (ayat 5). Lalu Yesus memberi saran yang menjanjikan keberhasilan. Benar saja, mereka mendapatkan ikan dalam jumlah besar (ayat 6, 11). Tentu Yesus tahu bahwa murid-murid mengalami kegagalan. Lalu mengapa Ia tidak menolong mereka lebih cepat? Jawabannya adalah: mereka memang perlu mengalami kegagalan. Namun kegagalan di sini bukan merupakan prasyarat untuk mencapai sukses. Jika Pria yang semula mereka tidak kenali itu memberikan saran sejak awal, mereka tentu akan menolak nasehat-Nya. Setelah mengalami kegagalan disepanjang malam, barulah mereka siap mendengarkan suara Tuhan.

Rencana para murid untuk pergi menangkap ikan tidak berarti bahwa mereka telah meninggalkan komitmen mereka kepada Kristus serta panggilan mereka untuk memberitakan Injil. Mereka tahu bahwa Yesus telah bangkit, namun kini mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka belum menerima perintah untuk menunggu di Yerusalem. Pergi menangkap ikan adalah salah satu cara yang dilakukan agar mereka tetap bisa meneruskan kehidupannya dengan kebutuhan jasmani yang harus mereka penuhi. Para murid dengan susah payah mencari ikan, namun tidak kunjung mendapatkan. Setelah beberapa waktu berlalu dan mereka masih tidak mendapatkan ikan lalu Tuhan Yesus hadir, menyapa dan menolong mereka.

Beriman kepada Tuhan, bukan berarti menjadikan kehidupan kita bebas dari masalah dan kesulitan. Tuhan Yesus Maha kuasa untuk melakukan apapun dalam kerangka menolong umat yang dikasihiNya. Tuhan ingin melihat kesungguhan iman para murid saat mengalami kekuatiran karena tidak kunjung mendapatkan ikan. Tuhan Yesus memerintahkan supaya para murid melakukan apa yang Ia katakan kepada mereka. Kalimat “tebarkanlah jalamu ke sebelah kanan perahu” merupakan bentuk kalimat perintah yang diberikan langsung kepada para murid. Tuhan ingin melihat seberapa besar ketaatan dan kesungguhan iman mereka kepada-Nya. Mereka telah merespon perintah Tuhan tersebut dengan baik. Mereka tidak memberontak ataupun menolak, ketaatan yang dinyatakan menjadi wujud berkat Tuhan yang dialami oleh para murid.

 

II.                Metode

a.      Anak Balita & Kecill

Metode Bercerita di tutup dengan Vidio Pendek

Pada suatu hari, seorang dari murid Yesus yang bernama Petrus berkata kepada teman-temannya: ”Aku mau pergi menangkap ikan. Apakah kalian mau ikut?”.  Lalu  murid-murid yang lain mau ikut juga bersama-sama dengan Petrus untuk kembali menangkap ikan. Yach…setelah mereka tidak bersama-sama lagi dengan Yesus, rupanya Petrus memutuskan untuk kembali menjadi nelayan.

Lalu mereka bersiap-siap untuk berangkat menangkap ikan di danau Tiberias, dan inilah persiapan para murid untuk kembali menangkap ikan. Mereka mempersiapkan perahunya dengan baik. Dan malam harinya mereka pergi menangkap ikan. Sepanjang malam itu mereka belum mendapat seekor ikanpun. Demikian juga hari menjelang siang, tak seekor ikanpun mereka tangkap.

Rupanya para murid kelelahan karena sepanjang malam sampai menjelang siang mereka berada di danau Teberias dan tidak mendapat ikan sama sekali. Ketika hari mulai terang Yesus berdiri di tepi danau Tiberias, namun para murid tidak melihat dengan jelas bahwa yang berdiri di tepi pantai itu adalah Yesus guru mereka yang telah mati di kayu Salib. Bahkan ketika Yesus berkata : “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk” Mereka juga tidak menyadari bahwa itu Yesus. Mereka baru menyadari bahwa Yesus berada di tepi pantai ketika Yesus menyuruh mereka untuk menebarkan jala di sebelah kanan perahu dan mereka lakukan, lalu mereka mendapatkan ikan yang sangat banyak. Maka tersadarlah mereka bahwa yang berkata di tepi pantai itu adalah Yesus.

Setelah sampai nya di tepi pantai akhirnya Yesus mengajak para murid-Nya untuk makan bersama di tepi pantai dengan ikan hasil tangkapan mereka.

Anak-anak KAKR yang dikasihi Tuhan Yesus, perjumpaan Yesus dengan para murid di tepi danau Teberias adalah perjumpaan yang ketiga setelah Yesus bangkit dari kematian. Yesus sengaja menjumpai para murid-Nya di manapun mereka berada untuk menyakinkan para murid bahwa Yesus benar-benar bangkit dan Yesus tidak akan meninggalkan mereka seorang diri. Dan perjuampaan yang ketiga ini telah menimbulkan kenyakinan pada diri para murid bahwa Yesus benar-benar telah bangkit. Yesus benar-benar menang dari kematian.

Sekarang mari kita lihat kisah Yesus dan murid-muridNya di danau Teberias dalam video singkat ini, karena nanti akan ada beberapa pertanyaan yang akan guru tanyakan kepada anak-anak KAKR, maka mari kita perhatikan  betul-betul. (nonton video)

Pertanyaan:

1.      Apa nama danau tempat Yesus menjumpai para murid-Nya ?

2.      Apa tujuan Yesus datang ke danau Tiberias?

3.      Apa yng dilakukan Yesus yang membuat murid-Nya akhirnya mengenali Yesus?

 

b.      Anak Tanggung & Remaja

Anak-anak KAKR yang dikasihi Tuhan, coba kalian perhatikan benda-benda yang guru bawa ini (tunjukkan sepatu, payung, jas hujan, dll yang bisa dipakai sebagai pelindung. Kemudia satu per satu minta anak-anak untuk menyebutkan kegunaan dari benda-benda tersebut).

Anak-anak yang terkasih, dengan tepat kalian sudah menyebutkan kegunaan sepatu, payung, baju dan jas hujan. Inti dari semuanya itu, keempat benda-benda tadi berfungsi untuk memelihara dan melindungi tubuh manusia agar terhindar dari berbagai penyakit.

Nah…bacaan kita hari ini juga berbicara tentang cara Tuhan Yesus memelihara para muridNya yang baru saja ditinggal Yesus dengan peristiwa yang hebat yaitu kematian Yesus di kayu Salib. Bagiamana cara Tuhan memelihara para murid? Yuk…kita baca Alkitab yang terambil dari Yohanes 21:1-14.

Melalui bacaan tadi, tahulah kita cara Tuhan memelihara para murid yaitu dengan mendatangi para murid yang sedang melaut untuk menangkap ikan. Sepanjang malam, para muird berada di danau Teberias, tetapi tak satupun ikan masuk ke dalam jaring mereka.

Lalu…Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk menebarkan jala di sebelah kanan perahu. Dan ajaib….Mereka menangkap ikan sangat banyak sehingga jala mereka tidak muat.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Itulah cara Tuhan memelihara para muridNya yang baru saja ditinggalkanNya. Ia mendatangi mereka, ke manapun mereka pergi untuk meyakinkan para murid bahwa Yesus tetap bersama-sama dengan mereka.

Seperti Tuhan memelihara para murid, Tuhan juga memelihara hidup kita. Tak henti-hentinya Tuhan memelihara hidup kita. Mulai kita bangun tidur sampai tidur kembali. Coba sebutkan bagaimana cara Tuhan memelihara hidup kita (suruh beberapa anak menyebutkan nya).

Aktivitas         :

1.      Wawancara seluruh anggota keluarga mu tentang cara pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya baik dalam dirinya sendiri atau dalam keluarga.

2.      Tulis daftar pemeliharaan tersebut dengan hiasan sebagus mungkin dan jadikan hiasan dinding rumah mu.

 

 

 

 

 

Sermon Bahan KAKR 02 Mei 2021

GBKP Rg. Bambu Raya Klasis Medan Delitua

 

Tema Umum  : Yesus Meneguhkan Simon

Bahan Alitab : Yohanes 21:15-19

I.                   Penjelasan Nats

Pertanyaan sebanyak tiga kali yang Yesus ajukan kepada Simon, yaitu apakah ia mengasihi Yesus, berhubungan dengan tiga kali penyangkalan Simon terhadap Yesus. Sebelumnya, Simon sesumbar di hadapan para murid, bahwa ia akan menyerahkan nyawanya untuk membela Yesus. Maka pertanyaan Yesus juga diajukan kepada Simon di hadapan para murid Yesus yang lain, "Apakah engkau Mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?" (ayat 15).

Jawaban Simon dengan menyerahkan dirinya kepada pengetahuan Yesus menunjukkan kini ia seorang yang rendah hati, "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Ditanya tiga kali berturut-turut dengan pertanyaan yang sama tentu menyakitkan dan mempermalukan Simon, namun itu justru merupakan obat pahit yang harus diminumnya. Pertobatan dan pemulihan terjadi bila seseorang sadar betul akan kekejian perbuatan dosanya. Pembedaan penulisan kata kasih dari tiga pertanyaan Yesus adalah variasi gaya tulisan Injil Yohanes sehingga tidak perlu dibedakan makna katanya ('agapao' dipakai pada ayat 15, sedangkan 'phileo' dikenakan pada ayat 16, dan ayat 17).

Tiga kali Yesus memberikan perintah kepada Simon, yang sudah diampuni dan dipulihkan Yesus, untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Kini ia siap dipanggil lagi sebagai Petrus untuk menanggung beban pelayanan kepemimpinan yang berat sebagaimana nubuat Yesus (ayat 18-19). Ia telah belajar merendahkan hatinya di hadapan-Nya. Kelak, dalam suratnya 1 Petrus, ia menasihati para pemimpin gereja agar memimpin umat Tuhan dengan rendah hati dan meneladani Yesus (ayat 1Pet. 5:2-4). Yesus menunjukkan dan membuktikan diri-Nya sebagai Gembala Agung ketika Ia menjamah hati Simon supaya ia kembali layak disebut Petrus. Ia juga siap menjamah hati kita yang pernah menyangkal-Nya supaya Ia memakai dan mengutus kita menjadi alat anugerah-Nya.

Melalui hal tersebut pertanyaan Tuhan Yesus kepada Petrus dapat kita lihat sebagai cara Tuhan untuk mengembalikan kasihnya Petrus yang semula kepada Tuhan. Tiga pertanyaan yang Tuhan ajukan kepada Petrus secara tidak langsung mengingatkan Petrus tentang hal-hal penting yang Petrus harus ingat agar ia dapat kembali mengasihi Tuhan dengan benar:

 

1.      Mengasihi Tuhan artinya tetap membuat Tuhan sebagai prioritas nomor satu. Kasih adalah tentang prioritas.

2.      Mengasihi Tuhan artinya lepas dari rasa bersalah yang menghancurkan. Orang yang mengasihi Tuhan dengan benar bisa membedakan antara guilt dan remorse pada waktu menyadari kasih Tuhan yang begitu besar. Kasih Tuhan tidak membuat kita (seperti Petrus) melupakan dosa begitu saja. Tapi kasih Tuhan membuat kita tidak lagi dikuasai oleh penyesalan karena diikat oleh rasa bersalah.

3.      Mengasihi Tuhan artinya mengasihi yang Tuhan kasihi. Mengasihi Tuhan mendorong kita untuk mewujudkan kasih secara konkrit kepada sesama.

 

II.                Metode

a.      Anak Balita & Kecil

Shalom anak-anak KAKR yang dikasihi Tuhan, masih ingat kisah Yesus dan murid-muridNya di danau Tiberias minggu lalu? Ada yang bisa menceritakan kisahnya kembali? Iya… hari ini kita akan melanjutkan kisah di danau Tiberias seperti janji kakak minggu lalu, mari kita perhatikan vidionya… (putar Vidio)

Anak-anak KAKR yang dikasihi Tuhan, mengapa Tuhan Yesus menanyakan pertanyaan yang sama hingga tiga kali kepada Simon Petrus? Jawabanya adalah karena Yesus ingin agar Simon Petrus menjawab pertanyaanNya dengan sungguh – sungguh. Akhirnya Simon petrus memberikan jawaban yang tegas bahwa ia mengasihi Yesus. Jawaban Simon Petrus ini masih diteruskan Yesus dengan memberikan tugas kepadanya. Tugas Simon Petrus adalah sebagai gembala untuk menggembalakan domba-domba Yesus.

Gembala artinya orang yang memimpin dan mengajari orang lain untuk setia dan percaya kepada Yesus. Domba-domba maksudnya adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus, sama seperti kita semua. Ketika kita sudah diajari tentang mengasihi / menyayangi Tuhan, marilah kita menjadi anak-anak Tuhan yang patuh menjalankan perintahNya setiap hari.

b.      Anak Tanggung & Remaja

Metode bercerita dengan wayang kertas:

Ini adalah gambar Yesus dengan Simon Petrus, yang dimana setelah Tuhan menunjukan pemeliharaanNya kepada  para muridNya yaitu dengan mendatangi para murid yang sedang melaut untuk menangkap ikan seperti yang sudah kita bahas minggu lalu (suruh seorang anak mewakili menceritakan kembali kisah Yesus dan muridNya yang sudah di bahas di minggu lalu, kemudian guru melanjutkan cerita seperti nats minggu ini dengan wayang kertas). Iya… setelah  itu Yesus dan murid-muridNya makan bersama, setelah itu terjadilah percakapn antara Yesus dan Simon Petrus, beginilah percakapan mereka:…

 

Yesus                            : “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini ?”

Simon Petrus               : "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."

Yesus                            : "Gembalakanlah domba-dombaKu. Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku ?”

Simon Petrus               : "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau “

Yesus                            : "Gembalakanlah domba-dombaKu. Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku ?”

Simon Petrus               : "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa  aku mengasihi Engkau.”

Yesus                            : "Gembalakanlah domba-dombaKu. Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat  pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kau kehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kau kehendaki. Ikutlah Aku!”

 

Adik-adik KAKR yang dikasihi Tuhan, siapa yang tahu apa maksud percakapan Yesus dan Simon Petrus itu? (Berikan waktu bagi anak untuk mengungkapkan pendapatnya) iya… Yesus ingin meneguhkan Simon kembali agar mau memberi dirinya kepada Yesus. Artinya, selama ini Simon sudah menjadi murid Yesus tetapi Yesus melihat bahwa ada yang kurang dari kasihnya itu seperti penyangkalan Yesus sebanyak 3 kali,  sehingga Yesus mau meneguhkan kembali tentang kasih dan tanggung jawab Simon kepada Yesus yang sudah menjadi guruNya.

Ketika Yesus bertanya 3 (tiga)  kali  tentang  kasih   Simon kepadaNya maka sadarlah Simon bahwa dia harus memperbaiki diri dengan motivasi yang tepat dan merendahkan diri dihadapan Yesus. Dengan dasar kasih Yesus kepadanya maka dengan tegas Simon menjawab bahwa ia mengasihi Yesus. Dari jawaban yang  diberikan Simon maka Yesus memberikan tugas     kepadanya  yaitu    sebagai gembala     untuk menggembalakan domba-dombaNya.

 

Gembala  adalah orang yang menjaga / memelihara piaraannya. Domba- domba adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus. Jadi, seorang gembala harus mau berkorban untuk domba-dombanya. Itulah tugas yang diberikan Yesus kepada Simon.

Jadi, melalui peneguhan yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap Simon melalui nats alkitab kita hari ini, Yesus juga ingin berpesan kepada kita bahwa:

ü  Mengasihi Yesus harus segenap hati (tidak ikut-ikutan, tidak karena pamrih/mencari keuntungan, dan lain-lain.

ü  Mengasihi Yesus berarti menjalankan perintahNya  ( menjaga domba-dombaNya ).

ü  Kita mengasihi Yesus tidak cukup dengan perkataan harus di tunjukan dengan perbuatan misalnya : mengasihi orang tua kita, teman dan guru di sekolah.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar