Kamis, 17 Juni 2021

sermon KAKR

 

 Sermon Bahan KAKR 20 Juni 2021

GBKP Rg. Bambu Raya Klasis Medan Delitua

Tema Umum              : Generasi Penerus

Bahan Alkitab           : Kejadian 12:1-3

Kitab Kejadian adalah kitab Perjanjian Lama yang pertama dan sebagai pendahuluan dari seluruh Alkitab, yang mencatat tentang penciptaan, asal sejarah, asal mula bangsa Ibrani dan perjanjian Allah dengan Abraham, nenek moyang mereka. Allah menciptakan manusia menurut peta dan teladanNya sendiri, dan menciptakan-Nya mereka laki-laki dan perepuan (bd. Kej. 1:26-27). Kejatuhan manusia dalam dosa merusak segalanya. Manusia tidak lagi dapat membedakan yang jahat dan yang baik, dan kecenderungan manusia selalu berbuat yang jahat. Dosa semakin berkembang, dosa manusia tidak pernah berkurang, mulai dari manusia pertama hingga saat ini. 

Dosa merupakan penyebab terputusnya hubungan antara manusia dan khalik-Nya. Akibatnya, manusia mengalami kesuraman dan hidup tanpa masa depan. Semua kejahatan lahir dari keadaan umat manusia yang berdosa, Walaupun demikian banyak orang tidak mengetahui asal usul dosa dan akbitnya. Namun dari sisi lain Tuhan tidak membiarkan manusia ciptaan-Nya terus hidup dalam dosa, maka Dia melakukan aktivitas misi-Nya dengan cara mencari manusia dengan kasih-Nya (bd. Kej. 3:8-9). Dengan adanya kenyataan ini, maka pemanggilan Abraham dalam teks Kejadian 12:1-3 adalah sebagai awal penggenapan janji keselamatan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa (bd. Kej. 3:15), atau sebagai awal babak baru dalam penyataan Perjanjian Lama mengenai Allah untuk menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa. Allah bermaksud memilih seseorang yang mengenal dan melayani-Nya, dan dengan iman yang tulus dapat mengenal, mengajarkan, dan memelihara jalan-jalan Tuhan dengan baik. 

Panggilan Abraham mutlak atas inisiatif Allah. Itu berarti bahwa Allah yang memanggil Abraham adalah Allah yang dengan sendirinya ada, juga berkuasa atas alam semesta dan atas semua suku bangsa di dunia. Pemanggilan Abraham bukan hanya berkat bagi keluarga dan keturunannya saja, melainkan bagi semua suku bangsa, seperti yang ditulis dalam Galatia 3:8,16 bahwa “berkat yang menunjuk pada Injil Kristus yang ditawarkan kepada semua bangsa.” Itu berarti bahwa janji berkat kepada Abraham bersifat universal. Generasi Penerus sebagai tema kebaktian KAKR minggu ini mengajak anak KAKR begitu juga guru KAKR agar mampu menjadi generasi penerus untuk menjadi berkat bagi semua orang seperti Abraham, yang dimana dalam :

Ø  Ayat 1 dikatakan bagaimana Syarat Untuk Diberkati Tuhan

Abraham keluar dari antara sanak saudaranya, dan dari rumah bapanya ke tanah yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya. Ini syarat bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Hubungan dengan sanak saudara, lebih-lebih dalam keluarga adalah rata-rata hubungan yang paling erat. Tetapi semua ini harus ditinggalkan karena Tuhan (bd. Mat 19:29, Mrk 10:29-30, Luk 18:29-30). Bagi kita ini bukan berarti pergi keluar negeri, atau putus hubungan dengan keluarga, tetapi taat pada Tuhan Yesus dalam segala perkara yang ditunjukkannya pada kita lebih daripada kehendak keluarga sendiri. Kita harus menurut Tuhan lebih dari menurut keluarga dll dalam dunia, ini tidak mudah, tetapi ini kehendak Tuhan. Bukan berarti kita putus hubungan dengan keluarga, sebab kita harus tetap cinta seluruh keluarga, tetapi menurut Tuhan lebih dari keluarga atau siapapun, sebab kita hidup dengan iman, berjalan dengan iman (bd. 2Kor 5:7). Demikian juga dengan orang-orang Kristen sebagai generasi penerus harus tetap mengutamakan Tuhan dalam segala hal.

Ø  Ayat 2dikatakan maka Abraham akan “Menjadi Berkat.

Abraham dijadikan bangsa yang besar, dan namanya akan dijadikan besar, karena Abraham menjadi berkat bagi orang lain. Apa artinya menjadi berkat? Orang yang menyaksikan itu menjadi untung. Ini untung menurut Allah yaitu untung yang kekal, bukan hanya yang sementara (bd. Mat 16:26). Berkat-berkat jasmani yang sementara itu baik saja asal mau dan bisa memakainya tanpa menjadi dosa, ituberkenan pada Tuhan dan punya nilai yang kekal. Jadi berkat di hadapan Tuhan, itu yang utama dan mendapat berkat kekal, yg terus mengikuti orang itu dalam Surga untuk kekal (bd. Wah 14:13). Dengan demikian anak-anak Tuhan sebagai generasi penerus yang mengutamakan Tuhan dan kehendak-Nya akan menjadi berkat dimanapun dia berada seperti Abraham.

Ø  Ayat 3 dikatakan bahwa kehidupan Abraham akan Dijamin Tuhan.

Tidak semua mau menurut kehendak Tuhan, lebih-lebih dosa orang berdosa yang mau hidup menurut daging dan dunia ini, sebab nomer satu bagi mereka asal untung secara duniawi, sekalipun rugi secara rohani, bagi orang-orang berdosa, tidak apa-apa, karena tidak mengerti kebenaran Allah. Ini sebaliknya dari prinsip berkat secara rohani. Sebab itu kalau rugi secara daging atau duniawi, mereka tidak mau dan justru melawannya. Bahkan beberapa orang membalas dengan jahat, sehingga menjadi celaka bagi orang-orang percaya yang menjadi berkat. Tetapi Tuhan yang menjaga dan melindungi orang yang mau menjadi berkat. Tuhan memberkati orang yang menjadi berkat bagi Abraham dan kutukan orang yang mengutuki Abraham. Allah menjaga umat-Nya yang berkenan kepada-Nya, yang melakukan kehendak-Nya yaitu mau menjadi berkat. Jangan takut menjadi berkat sesuai dengan perintah Allah, maka semua keluarga-keluarga di bumi akan diberkati di dalam Abraham. Sebab itu jangan takut menjadi berkat seperti perintah dan kehendak Allah, meskipun tidak semua orang mau menyaksikan prinsip Allah. Jangan takut reaksi orang lain, sebab Tuhan yang membela dan menjaga kita. Jadi adalah kehendak Tuhan kalau kita menjadi berkat . Dengan demikian sebagai generasi penerus kita juga harus menjadi berkat dimanapun kita berada karena kehidupan kita sudah dijamini oleh Tuhan.

 

Bacaan Remaja : Ulangan 32:45-47

Bahan bacaan remaja ini adalah pesan terakhir seseorang yang hendak meninggal dunia yaitu Musa, pesan terakhir seseorang yang hendak meninggal dunia acap kali sarat makna. Karena itu, pihak yang mendengarnya berusaha memperhatikan baik-baik dan memenuhi pesan itu. Menjelang akhir hidupnya, Musa menggunakan kesempatan untuk meninggalkan pesan penting kepada bangsa Israel yang selama empat puluh tahun dipimpinnya. Pesan itu harus didengarkan, diperhatikan, dan diingat-ingat oleh seluruh bangsanya. Musa menegaskan agar pesan itu diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Kepada generasi yang baru itu, Musa mewanti-wanti agar mereka jangan mengulangi kesalahan yang sama, kesalahan angkatan terdahulu yang harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Ia mengingatkan bahwa mereka bukanlah satu bangsa yang kebetulan disayang dan dipilih Tuhan. Sebaliknya, mereka adalah bangsa yang ditetapkan Tuhan sendiri melalui janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah yang telah menciptakan, memelihara, dan menjaga mereka dengan perhatian dan kesetiaan sedemikian rupa. Musa memakai istilah "dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya sendiri" (32:10), suatu pelukisan yang menunjukkan betapa khusus dan istimewa kasih dan perhatian Allah kepada mereka.

Di dalam pesan peringatan ini berlaku prinsip dasar yang tak akan berubah: hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan, itulah satu-satunya jalan untuk menikmati hubungan yang benar dengan Tuhan. Apakah kita setia menjalani hidup sesuai dengan prinsip firman-Nya? Mari kita memperhatikannya baik-baik agar kita tidak terjerat dan jatuh. Akhir kata : Setiap anak tuhan adalah sebuah bintang.  Kiranya bintang itu tidak padam, dan makin menyala terang. Selamat berproses menjadi berkat bagi Generasi Penerus, Tuhan memberkati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sermon Bahan KAKR 27 Juni 2021

GBKP Rg. Bambu Raya Klasis Medan Delitua

Tema Umum              : Anak-anak Allah

Bahan Alkitab           : 1 Yohanes 3:1-7

Semua orang percaya akan menyandang status sebagai anak-anak Allah sebab anak-anak Allah adalah jati diri semua orang percaya, maka demikian pentingnya semua orang percaya harus mengerti tentang apa yang di tuliskan oleh rasul Yohanes yaitu, maksut dari anak-anak Allah. Sebagaimana orang percaya pada Yesus mendapatkan status dan posisi sebagai  anak-anak Allah, dan status ini terjadi semata-mata karena kasih Allah yang besar (ay 1). Apa akibat status baru ini?

Ø  Ayat 1 dikatakan bahwa “dunia tidak mengenal kita

Jika orang-orang yang percaya kepada Kristus mengalami penderitaan di dunia, kita tidak perlu heran, karena dunia tidak pernah menerima Yesus Kristus sebagai Anak Allah sehingga mereka juga menolak kita, para pengikut Yesus. Namun, penderitaan dan penganiayaan yang orang-orang Kristen alami justru merupakan bukti nyata bahwa kita adalah benar anak-anak Allah.

Ø  Ayat 2 dikatakan menjadi seperti Kristus

Setiap orang yang percaya pada Yesus akan menjadi seperti Yesus. Jadi seperti nyatanya Yesus, demikianlah nyatanya orang percaya menjadi anak-anak Allah.

Ø  Ayat 3 dikatakan hidup suci

Menjadi anak-anak Allah merupakan dorongan bagi orang percaya untuk hidup seperti Yesus. Pergumulan dan persoalan hidup, seharusnya membuat kita bergantung sepenuhnya kepada Yesus. Hal ini tentu semakin membentuk orang percaya menjadi serupa dengan Yesus. Inilah hidup suci yaitu hidup yang tidak pernah lari dari pergumulan dan persoalan hidup.

Ø  Ayat 4-7 mengatakan bahwa tidak ada dosa Di dalam Yesus

Sehingga setiap orang yang percaya pada Yesus pun demikian. Lebih tegas dikatakan dalam ayat 9 bahwa setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa. Ayat 8 dan 10 juga mengutarakan hal yang senada. Sebaliknya, berbuat dosa menjadi bukti bahwa ia tidak berada dalam Yesus. Namun, bagi anak-anak Allah kemungkinan untuk berbuat dosa dan tidak berbuat dosa sangat terbuka. Sampai Yesus datang kedua kali, maka anak-anak Allah hidup di dalam ketegangan di antara dua kemungkinan tersebut.

Siapakah kita? Ayat di atas menjelaskan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah, karena kasihNya yang sudah mengurbankan AnakNya yang tunggal untuk menebus kita. Karena itu kita tidak boleh ragu akan identitas kita. Sekalipun dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus, kita tidak boleh ragu atau gentar dalam menjalani hidup kita di dunia. Sebagai anak-anak Allah kita harus bisa bertumbuh dalam bimbingan Roh Kudus untuk menjadi dewasa dalam iman, dan bisa selalu hidup dalam kebenaranNya agar tidak terpengaruh atau terseret oleh arus dunia.

Bacaan Remaja : Efesus 5:1-13

Bahan bacaan remaja ini mengajarkan tentang bagaiamana kehidupan seorang Kristen seharusnya mengalami perubahan secara nyata karena kita tidak lagi berada dalam kegelapan, melainkan memancarkan terang. Kalau kita ini terang, seluruh keberadaan kita adalah terang. Status sebagai “Kristen” bukan seperti sebuah stiker yang ditempel di luar sehingga orang melihat siapa kita melalui keaktifan kita mengikuti kebaktian atau persekutuan-persekutuan, tetapi mulai dari dalam diri kita di mana hakekat hidupnya mengalami perubahan dan menjadi terang.

Sumber terang adalah Tuhan. Maka dari itu kita harus menjadi terang sebab kita adalah anak-anak terang. Jika Bapa kita adalah Allah yang terang, maka kita sebagai anak-anakNya juga seharusnya menjadi anak-anak terang. Jika kita adalah anak-anak terang maka seharusnya kita memancarkan terang! Sayangnya banyak orang yang berlabel ‘Kristen’ tetapi hidupnya tidak memancarkan terang bagi sekitarnya, bahkan masih tinggal dalam kegelapan. Firman Tuhan jelas menyatakan, “Kamu adalah garam dunia. Kamu adalah terang dunia.” (Matius 5:13a, 14a).

Tuhan menghendaki kita ‘memisahkan diri’ dari orang-orang yang ada dalam kegelapan. Bukan berarti kita tidak boleh bergaul dan berteman dengan mereka, tetapi lebih menekankan bahwa kita tidak boleh berkompromi atau bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan gelap mereka, “karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,” (Efesus 5:9). Di tengah dunia yang dipenuhi kenajisan dan hawa nafsu, setiap anak Tuhan dituntut untuk berani tampil beda dan tetap memancarkan sinar kemulianNya. Selamat menjadi anak-anak Allah yang hidup dalam terang. Tuhan Yesus memberkati.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar